21 August 2005

Hormon Steroid dan Torpedo Kambing

Sejalan dengan meningkatnya usia, hormon testosteron yang dihasilkan testis juga akan berangsur berkurang. Penurunan ini berakibat langsung pada mundurnya fusngsi seksual, termasuk kemampuan ereksi. Pemberian hormon testosteron atau hormon golongan steroid (bahan baku pembentuk testosteron) dalam batas tertentu dapat meningkatkan fungsi seksual.

Namun pemberian steroid bukannya tanpa bahaya. Bahaya yang paling ditakuti, adalah meningkatnya risiko kanker prostat dan dapat mempercepat berkembang biaknya sel-sel kanker, apabila seseorang telah memiliki benih-benih kanker didalam tubuhnya.

Pemberian obat-obat mengandung steroid, baik yang berupa obat oral maupun suntikan kalau terpaksa harus diberikan dengan sangat hati-hati dan selalu dipantau dengan cermat. Sebenarnya ada jenis makanan tertentu yang mengandung steroid. Bila makanan tersebut dikonsumsi, sebagian steroid akan masuk ke tubuh dan pada gilirannya akan meningkatkan kesegaran dan potensi seseorang.

Jenis-jenis makanan demikian misalnya testis (dikenal dengan sebutan torpedo buat penggemar sate dan sop kambing), fetus atau janin (mengandung komposisi hormon yang lengkap termasuk steroid), dan plasenta kambing atau binatang lainnya yang dimakan mentah atau setengah matang.

Cara lain adalah dengan menjadikan jaringan binatang tersebut ekstrak dan kemudian disuntikan langsung ke tubuh. Pemberian bahan-bahan yang mengandung steroid baik berupa obat oral, suntikan atau makanan harus tetap dilakukan dengan ekstra hati-hati.

Melakukan hubungan seksual yang normal dan teratur, sebenarnya adalah cara terbaik untuk menjaga kadar testosteron tubuh tidak menurun terlalu drastis dengan meningkatnya usia. Dengan demikian orang akan mampu menjaga stamina dan potensi sampai usia tua.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home